Lahat || *ayolahat.my.id* – Dugaan belum dibayarkannya jasa tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Lahat untuk periode November–Desember 2025 memunculkan tanda tanya di tengah publik.
Informasi yang dihimpun tim investigasi ayolahat.my.id, menyebutkan bahwa terdapat sekitar 250 hingga 300 tenaga kesehatan yang diduga belum menerima pembayaran jasa pelayanan untuk dua bulan tersebut.
Jika mengacu pada estimasi nilai jasa sekitar Rp2.800.000 per orang per bulan, maka total kewajiban yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.
*Konfirmasi ke Manajemen RSUD*
Untuk memastikan informasi tersebut, pada 18 Februari 2026 sekitar pukul 11.20 WIB, tim investigasi melakukan konfirmasi langsung ke pihak RSUD Lahat.
Tim diterima oleh Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Lahat, Linda Sri Asmirati, SM, SE, MM, di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir bendahara RSUD Lahat.
Dalam penjelasannya kepada wartawan, pihak manajemen menyatakan bahwa seluruh pembayaran gaji dan jasa tenaga kesehatan tahun 2025 telah diselesaikan.
“Untuk gaji maupun jasa tenaga kesehatan tahun 2025 semuanya sudah dibayarkan,” ujar Linda Sri Asmirati di hadapan tim investigasi.
Untuk memperkuat pernyataan tersebut, pihak manajemen juga menghadirkan dua orang tenaga kesehatan ke ruangan tersebut. Keduanya menyampaikan bahwa pembayaran yang menjadi hak mereka telah diterima.
Klarifikasi Tambahan
Dalam kesempatan yang sama, tim investigasi meminta izin untuk melakukan perekaman guna memastikan kejelasan pernyataan pihak RSUD Lahat.
Baik Kabag Tata Usaha maupun bendahara kembali menegaskan bahwa tidak ada tunggakan pembayaran gaji maupun jasa nakes tahun 2025.
Namun perkembangan informasi berikutnya memunculkan keterangan berbeda.
Informasi Baru dari Narasumber Internal
Pada 6 Maret 2026, tim investigasi menerima informasi dari narasumber internal yang identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.
Dalam pesan yang diterima redaksi, narasumber tersebut menyebutkan bahwa jasa tenaga kesehatan untuk bulan November dan Desember 2025 diduga memang belum sepenuhnya dibayarkan.
Narasumber tersebut meminta agar tenaga kesehatan bersabar karena pembayaran disebut akan segera dilakukan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim investigasi kembali melakukan konfirmasi kepada Humas RSUD Lahat melalui pesan WhatsApp.
Dalam tanggapannya, pihak humas menyampaikan bahwa:
“Untuk gaji sudah dibayarkan tahun 2025, kalau jasa memang belum,” tulis humas RSUD Lahat dalam pesan singkat kepada wartawan.
Pernyataan Berbeda Memicu Pertanyaan
Perbedaan penjelasan antara pernyataan awal manajemen RSUD dan keterangan terbaru dari pihak humas menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan publik.
Sejumlah tenaga kesehatan yang ditemui juga mengaku masih menunggu kejelasan pembayaran jasa tersebut.
Mereka khawatir jika persoalan ini berlarut-larut dapat berdampak pada motivasi kerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
*Diharapkan Ada Klarifikasi Resmi*
Besarnya nilai pembayaran yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,5 miliar membuat publik berharap adanya penjelasan resmi dan transparan dari pihak terkait.
Beberapa pihak juga mendorong agar Inspektorat daerah maupun aparat penegak hukum (APH) melakukan pemeriksaan apabila memang ditemukan ketidaksesuaian dalam pengelolaan pembayaran jasa tenaga kesehatan tersebut.
Tim investigasi ayolahat.my.id menyatakan akan terus menelusuri dan mengawal perkembangan informasi ini guna memastikan kebenaran data serta memberikan informasi yang akurat kepada publik.
(DEDEK SUHENDRA)
Tulis Komentar