*Front Pemuda Lahat,Mintak Pemkab Lahat,Tindak Tegas Penutupan Jalan PT.ALR,Tidak Berdasar Aturan*

*Front Pemuda Lahat,Mintak Pemkab Lahat,Tindak Tegas Penutupan Jalan PT.ALR,Tidak Berdasar Aturan*

Lahat II1 Agustus 2026.ayolahat.my.id

Ketua Front pemuda lahat,Hendro juniarto menyoroti aksi penutupan jalan operasional PT.ALR di wilayah nanjungan oleh warga desa cempaka wangi dan desa Lematang jaya,di dampingin oleh ormas Harimau Sumatra bersatu(HSB), penutupan jalan dianggap tanpa Dasar hukum,diduga adanya kepentingan pribadi maupun kelompok. 

Ia menegaskan jangan korbankan masyarakat tindakan penutupan jalan tsb,ini pelanggaran berdasarkan undang-undang nomor 38 tahun 2004 dan Revisi UU No.2 tahun 2022 ,sudah diatur secara jelas tentang jalan nasional,jalan propinsi, jalan kabupaten,jalan Desa dan jalan khusus. 

Penutupan jalan tanpa dasar hukum merupakan pelanggaran,investigasi dilapangan Front pemuda lahat dilokasi,massa berkumpul sampai hingga malam dengan kebutuhan logistik yang cukup,diduga adanya yang mendanai terkait aksi pemblokiran jalan tsb.

Ia menghimbau untuk jangan korbankan masyarakat yang kurang paham aturan,warga yang berkumpul dikonfirmasi Tentang dasar tuntutan mereka terkait aksi penutupan jalan tsb, ragu dan tidak mampu memberikan alasan  yang jelas. 

Padahal,PT.ALR sedang membangun jalan artenatip sepanjang 500 meter,yang dikhususkan bagi jalan warga Dua desa tersebut,meski ini masih proses penyelesaian. 

Front Pemuda Lahat, menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak memahami peraturan hukum,siap membuka ruang mediasi dengan perusahaan, melakukan kegiatan yang sesuai aturan prosedur yang berlaku. 

Front Pemuda lahat memperingatkan aksi sepihak seperti ini bisa memicu konflik horizontal ditengah masyarakat, pasalnya penutupan jalan operasional PT.ALR mengancam mata pencarian warga desa2 disekitar yang menggantungkan hidup perusahaan.

Kami memintak Pemerintahan Sumatra Selatan dan pemerintah kabupaten lahat,segera mengambil sikap tegas, tanpa mengindahkan aturan dasar hukum jelas,aksi penutupan jalan tsb,jangan sampai pembiaran ini berlarut-larut bisa memicu kemarahan warga desa Laen, karena kehilangan pekerjaan mereka.

Reporter : Dedek Suhendra 

editor : ayoLAHAT

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)